29.8.10

Memaknai Budaya Balik Kampung


Ramadhan telah berlangsung hampir sebulan penuh dan kini suasana Lebaran mulai dirasakan setiap warga. Jalur lalulintas di jalan-jalan  mulai dipadati oleh para penghijrah yang menjalankan tradisi balik kampung. Di balik hiruk-pikuk ritual Lebaran itu, sederet pertanyaan kembali muncul sebagai perbincangan. . Bagaimana sebenarnya tradisi tahunan itu harus dimaknai?

Orang boleh saja berkeluh kesah tentang sesaknya lalulintas, tapi di masa yang sama ia harus dilihat sebagai budaya yang murni.Orang yang tidak pernah pulang ke kampung adalah orang yang tidak punya cinta kepada daerah tumpah darahnya, kampungnya dan keluarganya. Hatinya pasti kering.
Tradisi balik kampung adalah jambatan budaya yang sangat kuat. Tidak ada nasionalisme tanpa kecintaan terhadap daerah masing-masing. Tidak ada nasionalisme tanpa kecintaan kepada keluarga. 

Pandangan mata dari jarak 4 km ke kampung mycaklempong



Tiada ulasan: